Bantul, 3 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, seluruh warga SMPN 2 Jetis menggelar upacara apel pagi ini di halaman sekolah. Apel yang berlangsung khidmat pada Senin (3/8) itu mengusung semangat pembentukan karakter dan perlindungan anak, dengan fokus utama pada deklarasi anti perundungan (bullying) dan anti Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).
Pengurus OSIS SMPN 2 Jetis menjadi petugas pada kegiatan apel tersebut, dengan pembina Nanda Paramita, S.Sos., perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul.
Dalam amanatnya, Nanda Paramita membacakan nasihat resmi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gubernur mengingatkan bahwa esensi peringatan HAN, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden sejak tahun 1984, adalah sebagai simbol kepedulian bangsa terhadap aset terbesarnya, yaitu anak-anak.
Mengangkat tema “Hamemangun Hambeg Patraping Siwi Mahanani Raharjaning Nagari”, pesan yang disampaikan menekankan bahwa pondasi karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, rasa hormat, dan empati harus ditanamkan sejak dini. Karakter-karakter ini dinilai akan menjadi kompas moral bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika kehidupan.
“Ananda sekalian, sadarilah bahwa masa depan Yogyakarta yang Istimewa menuju Indonesia Emas ada di pundak kita saat ini,” ujar Nanda Paramita membacakan amanat. Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk menjadi bagian dari gerakan “Setara Tanpa Kekerasan” dan menghentikan segala bentuk perundungan, karena kekuatan sejati terletak pada kemampuan merangkul, bukan menindas.
Setelah amanat apel selesai, deklarasi anti bullying dan anti NAPZA dilakukan penandatanganan berita acara deklarasi oleh perwakilan siswa, guru/ karyawan, kepala SMPN 2 Jetis, dan perwakilan dari BNN. Selesai apel, deklarasi dilakukan setiap warga sekolah dengan menorehkan tanda tangan pada media yang telah tersedia.
BANTUL – Nuansa budaya Jawa mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul di SMP Negeri 2 Jetis, Senin (20/7/2026). Seluruh peserta upacara, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, mengenakan pakaian adat Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah berdirinya Bantul.
Upacara berlangsung khidmat dan lancar. Peserta berbaris rapi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Menggantikan Kepala SMPN 2 Jetis, Bapak Rusbagiyo, S.Pd. bertugas menjadi pembina upacara. Dalam amanatnya, Rusbagiyo menyampaikan makna peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang tahun ini mengusung tema “Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari”. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat pengabdian, tanggung jawab, dan karya nyata seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kemajuan serta kemakmuran Bumi Projotamansari.
“Usia 195 tahun bukan sekadar angka, melainkan catatan panjang sejarah, perjuangan, dan pengabdian sejak Bantulkarang ditetapkan menjadi Kabupaten Bantul pada 20 Juli 1831. Momentum ini mengajak kita untuk meneladani semangat kepahlawanan dan dedikasi para pendahulu, seperti Kanjeng Raden Tumenggung Mangun Negoro, dalam membangun kesejahteraan bersama,” ujar Rusbagiyo di hadapan peserta upacara.
Rusbagiyo juga mengingatkan pentingnya penerapan tata krama dan tata tertib di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Ia menekankan sejumlah nilai tata krama, di antaranya membiasakan mengucapkan salam, menggunakan bahasa yang santun, berani mengakui kesalahan dan meminta maaf, serta menyampaikan pendapat dengan sopan dan menghargai orang lain. Di samping itu, pembina upacara kembali mengingatkan peserta didik agar mematuhi tata tertib sekolah, mulai dari ketentuan penggunaan seragam sesuai jadwal, disiplin terhadap jam masuk dan pulang sekolah, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai tanggung jawab bersama.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, SMP Negeri 2 Jetis tidak hanya mengajak seluruh warga sekolah mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda. Semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan daerah.
“DIRGAHAYU KE-195 KABUPATEN BANTUL. BUMI PROJOTAMANSARI, TETAP JAYA DAN BERBUDAYA!”
BANTUL – SMP Negeri 2 Jetis sukses menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 selama lima hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026). Mengusung MPLS Ramah untuk menyambut murid baru secara aman, nyaman, menggembirakan, bermakna, mencegah tindak kekerasan, dan berorientasi pada pembentukan karakter positif. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan pendidikan karakter, literasi digital, wawasan kebangsaan, hingga pengembangan potensi diri.
Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 2 Jetis disusun mengacu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta Buku Rujukan MPLS SMP Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengenalan dan pengalaman yang bermakna sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh.
Berbagai materi utama disampaikan oleh guru maupun narasumber dari berbagai instansi. Materi tersebut meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat oleh Sunarsih, S.Pd., Pagi Ceria oleh Asep Wicaksono, S.Or., Sopan dan Santun Bermedia Sosial oleh Nugraha Febrianta, S.Pd., Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) oleh Mutia Sinjia, M.Pd., Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah oleh BPBD Kabupaten Bantul, serta Gerakan Rukun Sama Teman yang menghadirkan Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul bersama Kejaksaan Negeri Bantul.
Selain materi utama, peserta didik juga memperoleh materi pendukung yang memperkaya wawasan mereka. Materi tersebut antara lain Tertib Berlalu Lintas oleh Polsek Jetis, Pendidikan Khas Kejogjaan oleh Kuni Afifah, S.Pd., Motivasi oleh Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul sekaligus Lurah Canden, Beja WTP, S.H., M.H., Li., Pendidikan Demokrasi oleh KPU Kabupaten Bantul, Pengenalan Visi dan Misi Sekolah oleh Sapti Nastiti, S.Pd., Pengenalan Ekstrakurikuler oleh Andri Vitra Ramadhani, S.Pd., Pengenalan Guru dan Karyawan oleh Yuli Purwasih, S.Pd., Pengenalan Tata Tertib dan Disiplin Positif oleh Rusbagiyo, S.Pd., Pengenalan Sarana, Prasarana, dan Lingkungan Sekolah oleh Dwi Agus Supriyanta, S.Pd., Pembinaan Mental dan Keagamaan oleh Tria Kurniadi Darmawan, S.Pd.I., M.Pd., serta Tata Upacara Bendera yang dipandu Asep Wicaksono, S.Or. bekerja sama dengan OSIS SMP Negeri 2 Jetis.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, nyaman, tertib, dan penuh antusiasme. Hari pertama diawali dengan apel pembukaan MPLS yang berlangsung khidmat dihadiri orang tua/ wali murid baru. Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan simbolis peserta didik baru kepada pihak sekolah oleh Ketua Komite SMP Negeri 2 Jetis, Sumardjo, S.E., sebagai tanda dimulainya proses pendidikan bagi murid baru Tahun Ajaran 2026/2027.
Masih pada hari pertama, peserta didik mengikuti pembukaan MPLS serentak tingkat Kabupaten Bantul yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, setelah sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan laporan pelaksanaan MPLS di seluruh satuan pendidikan.
Mulai hari kedua hingga hari kelima, seluruh kegiatan MPLS sepenuhnya diselenggarakan oleh sekolah. Salah satu inovasi pada pelaksanaan MPLS tahun ini adalah penyelenggaraan Asesmen Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Ekonomi dan Konsentrasi Belajar Murid, Asesmen Literasi, Asesmen Numerasi, serta Identifikasi Bakat dan Minat Murid yang dilaksanakan pada hari ketiga, Rabu (15/7/2026).
Pelaksanaan asesmen tersebut menjadi langkah awal sekolah dalam memetakan karakteristik, kemampuan dasar, serta potensi setiap peserta didik sehingga layanan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. SMP Negeri 2 Jetis juga menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan yang inklusif dengan memberikan fasilitas bagi murid yang mengalami kendala, baik karena tidak memiliki gawai maupun keterbatasan akses internet. Dengan demikian, seluruh peserta didik dapat mengikuti asesmen secara optimal tanpa ada yang tertinggal.
Keberhasilan penyelenggaraan MPLS Ramah Tahun 2026 tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kependidikan, OSIS, Komite Sekolah, orang tua, hingga dukungan berbagai instansi seperti Dinas Pendidikan, BPBD, Kepolisian, KPU, Kejaksaan Negeri Bantul, serta Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Jetis berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun karakter yang kuat, meningkatkan semangat belajar, serta siap meraih prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menutup seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah Tahun 2026, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik baru yang telah mengikuti setiap kegiatan dengan disiplin dan penuh semangat. “Selamat telah melewati MPLS Tahun 2026, para murid baru. Tetap semangat untuk menuntut ilmu.”
Bantul – Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul sekaligus Lurah Canden, Jetis, Bantul, Beja WTP, S.H., M.H.Li, hadir memberikan motivasi kepada peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Jetis, Senin (13/7/2026).
Kehadiran Beja WTP pada hari pertama MPLS menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter dan semangat belajar peserta didik yang baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Di hadapan 160 murid baru Tahun Ajaran 2026/2027, Beja mengingatkan bahwa menjadi pelajar SMP merupakan langkah awal menuju tanggung jawab yang lebih besar.
“Anak-anak semua, kini Anda sudah menjadi pelajar SMP, berpindah jenjang pendidikan dari SD. Maka harus lebih pintar dan lebih mengerti dibandingkan pada saat masih SD,” ujar Beja saat memberikan pengarahan kepada para murid baru.
Selain itu Beja juga memotivasi agar murid baru semangat belajar. Belajar merupakan salah satu kunci kesuksesan. Beja juga menekankan pentingnya menaati tata tertib sekolah. Menurutnya, peserta didik harus membiasakan diri hidup disiplin, menjaga ketertiban, serta mematuhi berbagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah. “Keseriusan dan rajin belajar menjadi kunci kesuksesan seseorang, termasuk para siswa-siswi SMPN 2 Jetis Bantul,” ujar Beja.
Salah satu aturan yang disampaikan Beja adalah larangan bagi peserta didik untuk datang ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor karena usia mereka belum memenuhi persyaratan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Beja juga mengungkapkan bahwa murid baru Tahun Ajaran 2026/ 2027 telah menjadi bagian dari keluarga Kelurahan Canden. Kelurahan siap menjadi mitra pendidikan bagi SMPN 2 Jetis, tidak terkecuali para murid baru.
BANTUL – Sebanyak 137 orang guru di Kabupaten Bantul resmi dikukuhkan dan diambil sumpah jabatannya sebagai Kepala Sekolah, Jumat (29/5/2026) di SMP Negeri 2 Jetis, Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul. Pengukuhan dan pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul.
Tujuh puluh satu orang di antara Kepala Sekolah tersebut berasal dari mutasi, terdiri dari 57 orang jenjang SD dan 14 orang jenjang SMP. Adapun 66 orang berasal dari promosi, dengan rincian 11 orang dari jentang TK, 47 orang dari jenjang SD, dan 8 orang dari jenjang SMP.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul, Triyanto, menyampaikan selamat kepada para kepala sekolah yang akan dilantik. Ia berharap momentum ini menjadi semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meneguhkan Trilogi Pendidikan, Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. “Kami berharap para kepala sekolah yang akan dilantik mampu menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan dorongan,” ujar Triyanto.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan kepala sekolah yang memiliki kualifikasi baik, kepala sekolah yang siap memimpin satuan pendidikannya masing-masing secara kolaboratif. “Saling mendukung, kompak, dan jangan sampai ada hubungan buruk,” lanjut Halim.
Pada akhir sambutannya, Halim berpesan supaya guru memperbaiki metodologi mengajar, serta lebih memperhatikan siswa dengan kemampuan akademik maupun nonakademik rendah.
Dengan pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan ini, Ibu Triana Dewi Susiyami, S.Pd. M.Pd. resmi menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jetis, menggantikan Bapak Sidratul Muntoha, S.Pd., M.Pd., Plt. Kepala SMP Negeri 2 Jetis.
JETIS – Senin, 9 Februari 2026, lapangan SMP Negeri 2 Jetis tampak khidmat menggelar upacara bendera mingguan. Namun, upacara kali ini berbeda dari biasanya karena menghadirkan tamu istimewa sekaligus pembina upacara, Ipda Budi Pramono, yang mewakili Polres Bantul. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai protokoler seremonial, tetapi membawa misi penting untuk menekankan keamanan dan kedisiplinan para pelajar.
Dalam pidatonya, Ipda Budi Pramono menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai masalah kenakalan remaja yang saat ini menjadi perhatian. Ia menekankan bahwa masa remaja adalah masa perubahan yang sangat rentan terhadap pengaruh dari lingkungan, sehingga diperlukan dasar moral dan disiplin yang kuat agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif.
Salah satu hal yang ditekankan Ipda Budi adalah pentingnya etika dalam berkendara di jalan raya. Ia mengungkapkan kekhawatirannya karena masih banyak siswa SMP yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tetapi sudah berani mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah, sering kali tanpa perlengkapan yang sesuai standar keamanan.
Untuk menggambarkan betapa seriusnya masalah ini, Ipda Budi memaparkan data statistik yang mengejutkan dari tahun 2025. Data menunjukkan bahwa 881 pelajar menjadi korban kecelakaan di jalan. Angka ini mencerminkan betapa rentannya anak muda di jalan raya. Lebih memprihatinkan, data juga menunjukkan bahwa 738 pelajar terlibat sebagai pelaku dalam kecelakaan tersebut dan terdapat 23 nyawa pelajar yang hilang akibat kecelakaan. Ia mengingatkan bahwa di balik angka-angka tersebut, ada kesedihan mendalam bagi keluarga serta teman-teman yang ditinggalkan, dan masa depan yang seharusnya masih dapat mereka raih.
Ipda Budi juga meminta kepada seluruh siswa untuk taat pada peraturan lalu lintas, memakai helm yang sesuai standar, dan memprioritaskan keselamatan dibandingkan dengan gaya atau kecepatan saat berkendara. Ia juga mengingatkan para siswa untuk menaati regulasi sekolah yang melarang penggunaan motor sebelum memenuhi syarat umur dan perizinan.
Upacara ditutup dengan suasana yang lebih reflektif. Diharapkan, peringatan tegas dari Ipda Budi Pramono ini bisa menjadi dorongan bagi siswa SMP Negeri 2 Jetis untuk menjadi generasi yang berprestasi, disiplin, teratur, dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Lapangan SMP Negeri 2 Jetis dipenuhi dengan suasana haru dan rasa hormat pada Jumat pagi, 23 Januari 2026. Semua siswa, guru, dan staf berkumpul untuk mengikuti apel pagi khusus yang diadakan untuk melepas Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jetis, Bapak Raden Gantyo Suhartono, S. Pd., M. Pd., yang akan memasuki masa purna tugas pada 1 Februari 2026.
Apel pagi ini menjadi momen yang sangat berarti dan bersejarah bagi komunitas SMP Negeri 2 Jetis. Setelah 35 tahun berkarier di bidang pendidikan, Bapak Raden Gantyo Suhartono akan resmi menyelesaikan perannya sebagai pegawai negeri sipil. Ia menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 2 Jetis dari tahun 2023 hingga 2026, dan selama masa kepemimpinannya, beliau telah memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan sekolah dalam aspek akademis, pembentukan karakter, dan manajemen sekolah.
Dalam pesan perpisahannya, Bapak Raden Gantyo Suhartono mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh anggota sekolah atas kebersamaan, kolaborasi, dan dukungan yang telah dibangun selama ini. Dengan nada suara tenang namun penuh arti, beliau mengingatkan semua siswa untuk selalu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, serta lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bekal utama dalam menjalani hidup.
Momen apel pagi ini menjadi lambang penghormatan serta ungkapan terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan teladan yang telah diberikan. Mulai 1 Februari 2026, Bapak Raden Gantyo Suhartono tidak lagi bertugas di SMP Negeri 2 Jetis, tetapi jejak pengabdian serta nilai-nilai yang beliau tanamkan akan selalu dikenang dalam sejarah sekolah ini.
Komunitas SMP Negeri 2 Jetis mengucapkan selamat atas masa purna tugas yang akan dimulai. Semoga Bapak Raden Gantyo Suhartono selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani fase baru bersama keluarga dan masyarakat. Terima kasih atas segala kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan kepada dunia pendidikan, khususnya di SMP Negeri 2 Jetis.