Wellcome to Website SMP NEGERI 2 JETIS. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 JETIS

NPSN : 20502626

Jl.Raya Canggu Kec.Jetis Kab.Mojokerto


info@smpn2jetis.sch.id

TLP : 0321-362501


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 2233
Pengunjung : 678
Hari ini : 3
Hits hari ini : 4
Member Online : 0
IP : 3.238.190.82
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

tips kekinian dari orang tua milenial




 

 

Kalau mendengar kata milennial, mungkin kita langsung teringat dengan diri sendiri atau anak-anak muda yang nggak pernah lepas dari gadget.Generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980-1990an, biasanya suka disebut dengan generasi internet atau versi kerennya adalah iGen. Menurut sebuah survey yang diadakan tahun 2005, jumlah generasi milenial di Indonesia mencakup 35% dari jumlah penduduk, dan diperkirakan akan terus melonjak di tahun 2020.Sebagian besar generasi milenial sudah beranjak dewasa, mempunyai karir yang mapan dan tentunya juga sudah mulai berkeluarga dan menjadi orangtua. Mungkin dari pembaca Hipwee banyak juga yang sudah bertransformasi menjadi orangtua milenial.Di era modern ini, orangtua milenial juga punya cara sendiri dalam mendidik anak-anak mereka. Cara ini biasa disebut dengan parenting kekinian.Nah, sebagai salah satu orangtua milenial, saya mencoba untuk sharing beberapa tips parenting kekinian yang semoga bisa bermanfaat bagi yang sudah berkeluarga ataupun yang belum, mungkin bisa jadi bekal saat jadi orangtua nanti.

1. Menjadi sahabat untuk si anak
Menjadi orangtua tentu saja harus bisa menjadi panutan yang baik untuk si anak. Namun, selain sebagai sosok ayah dan ibu, kita juga bisa menjadi sahabat untuk anak. Dengan memposisikan diri sebagai sahabat, anak nggak akan pernah sungkan bercerita apapun pada kita. Saat anak bercerita, kita harus belajar menjadi pendengar yang baik. Nggak melulu harus memberikan nasihat atau tudingan kok.Selain itu, sebagai sahabat kita juga harus bisa menghargai privacy anak. Misalnya, ketika anak beranjak remaja mereka mempunyai buku harian pribadi untuk mencatat atau menyimpan rahasia mereka. Kalau kita nggak sengaja menemukannya dan si anak langsung merebut dan mengatakan bahwa kita tidak boleh melihat, kita harus menghargainya. Jangan malah memaksa untuk melihat dan mengucapkan kalimat seperti, "nggak boleh ada rahasia di antara kita, nak". Hargai privacy mereka, makan anak pun akan mengerti bahwa kita menghargai mereka. Jika suatu hari nanti mereka ingin bercerita, mereka pasti akan bercerita.

2. Jangan pernah segan meminta nasihat atau pendapat pada orangtua kita sendiri
Orangtua dari generasi milenial memang dikenal sebagai orangtua yang modern. Biasanya kita menentang nilai-nilai atau kebiasaan yang bersifat konservatif atau jadul, yang biasanya diterapkan oleh orangtua di generasi sebelumnya. Makanya nggak heran, jika harus menitipkan anak pada nenek dan kakek, kita suka parno sendiri kalau anak diajarkan yang tidak sesuai dengan gaya parenting yang kita gunakan.Adakalanya, nasihat dari orangtua kita bisa diterapkan pada gaya parenting masa kini. Coba untuk lebih fleksibel, disesuaikan saja dengan kebutuhan si anak sendiri.Contoh kasus saya pribadi, saat melewati anak susah makan di masa MPASI. Menurut teori parenting kekinian, anak di bawah satu tahun nggak boleh mengkonsumsi gula dan garam, termasuk makanan yang mengandung dua komponen tersebut. Idealnya, memang saya nggak boleh memberi gula atau garam pada masakan bayi. Masalahnya, anak saya susah banget makannya, sampai-sampai bikin saya stres! Mama saya yang melihat kondisi ini, menganjurkan saya untuk menambahkan rasa pada masakan untuk anak. Tambahkan kecap asin atau garam dikit aja nggak akan membahayakan kesehatan anak.

3. Beraktivitas tanpa gadget
Walaupun disebut sebagai generasi nunduk, orangtua milenial malah sangat ketat dengan pemakaian gadget pada anak atau biasa disebut dengan "screen time". Sebuah teori mengatakan bahwa no screen-time sampai anak berusia 2 tahun. Jadi selama dua tahun idealnya tidak boleh menggunakan gadget, termasuk nonton TV. Wow, apa bisa selama 2 tahun tanpa gadget?Tentunya semua kembali ke pilihan orangtua masing-masing. Terkadang kita sebagai orangtua suka helpless dalam mengatasi kerewelan anak, khususnya saat di tempat umum. Akhirnya kita mengeluarkan "senjata pamungkas" yaitu gadget dan dengan ajaibnya si anak bisa duduk tenang.Namun, tetap saja gadget bukan yang diutamakan dalam waktu beraktivitas anak. Karena teori no gadget tersebut, membuat orangtua kekinian semakin kreatif dalam menciptakan aktivitas bersama anak.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas